Sunday, September 11, 2016

Menikmati Surga diatas Ketinggian Rinjani

                                                                  Gambar Doc. R.U

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726 Mdpl, merupakan salah satu destinasi wisata unggulan pulau Lombok yang seolah tak pernah sepi saat musim pendakian (awal Maret – Agustus). Jika datang dari arah kota Mataram dan memilih rute Sembalun, maka dari desa Aikmel kabupaten Lombok Timur pengunjung bisa menumpang truk pasir yang merupakan satu-satunya angkutan umum menuju desa Sembalun (melalui pintu utama pendakian, atau melalui pos Bawaq Nao) yang terletak di kaki gunung Rinjani. Sedangkan jika memilih rute Senaru, pengunjung bisa menumpang angkutan umum menuju desa Senaru (melalui gerbang Senaru, atau melalui pos Torean) yang berada di wilayah kabupaten Lombok Utara. 

Medan rute Senaru lebih terjal, meski jarak tempuhnya lebih pendek dan jauh lebih rindang. Rute ini biasanya dipilih oleh para pendaki yang memutuskan untuk singgah ke Danau Segara Anak terlebih dahulu sebelum menuju puncak Rinjani. Sedangkan rute Sembalun lebih bayak dipilih oleh para pendaki, terutama para pendaki pemula karena medannya lebih landai dengan ritme perjalanan yang lebih menarik. Tetapi jarak tempuhnya lebih panjang dan lebih terik, karena harus melewati padang savana yang sangat luas. 

Walaupun Rute Sembalun lebih landai, namun para pendaki akan melewati ujian pertama yang benar-benar membutuhkan kesabaran ekstra serta tekad kuat sebelum tiba di Punggungan (Plawangan Sembalun), karena mereka akan melewati salah satu dari dua bukit nan melegenda, yaitu Bukit Penyesalan dan Bukit Penyiksaan. Tanjakan bukit Penyesalan memang tak se-ekstrim bukit penyiksaan, tetapi jaraknya jauh lebih panjang dan tanjakannya kian memeras kesabaran saat mendekati Plawangan. Sedangkan bukit Penyiksaan memiliki tanjakan terjal yang seolah tak berkesudahan dan seringkali menghadirkan puncak semu. 

Plawangan Sembalun berada di titik ketinggian sekitar 2.693 mdpl, merupakan basecamp terakhir sebelum melakukan summit attack yang akan dilakukan dini hari. Dari Plawangan Sembalun masih ada sekitar 7 km vertical lagi yang harus dilalui, dengan kondisi medan yang cukup terjal karena di sisi kiri-kanan jurang mengerikan setinggi puluhan kilometer telah bersiap menyambut jika kaki salah berpijak. 


Untuk tiba di atas puncak Sang Dewi Rinjani, keteguhan hati seorang pendaki akan kembali diuji oleh tanjakan terakhir yang dikenal dengan sebutan leter E. Sebuah tanjakan yang merupakan tantangan terberat untuk tiba di puncak, medan yang dilalui notabene terdiri dari material pasir serta kerikil, satu kali pijakan merosot lagi ke bawah satu langkah. Keteguhan hati seorang pendaki benar-benar dibutuhkan selama melewati tanjakan leter E. 


Selain puncak yang menjadi tujuan para pengunjung, Rinjani juga memiliki pesona lain yang selalu ramai dikunjungi yakni Danau Segara Anak, salah satu harta menawan gunung Rinjani yang berada diketinggian 1.700 Mdpl. Dari Plawangan membutuhkan waktu normal sekitar 4 jam untuk tiba di tepi danau setelah meniti bibir tebing yang cukup terjal. 

Di Danau Segara Anak, para pengunjung bisa bermanja-manja sembari memancing di danau. Karena rinjani merupakan satu-satunya gunung dengan danau yang memiliki banyak ikan (seperti karper, nila dan mujair). Keberadaan ikan-ikan ini tidak serta merta ada, karena beberapa puluh tahun silam bibit ikan yang ada, pertama kali dilepaskan oleh almarhumah ibu Tien Soeharto. Ikan-ikan tersebut seolah tak ada habisnya, meski bertahun-tahun selalu ramai di pancing oleh para pengunjung yang datang ke segara anak.

Tak jauh dari danau, ada sebuah pemandian sumber air panas yang dipercaya oleh masyarakat sasak yang berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Karena air tersebut merupakan air belerang yang keluar melalui celah bebatuan dari tebing yang membatasi danau disisi sebelah utara.

Jika hendak turun gunung dari danau segara anak, maka pengunjung harus berjuang lagi meniti tebing-tebing terjal yang mengukung danau hingga Plawangan (Senaru, maupun Sembalun) baru setelah itu benar-benar berjalan turun. Meskipun mendaki Rinjani membutuhkan kesabaran dan semangat luar biasa, namun Rinjani selalu mampu memberikan kejutan terbaiknya yang akan senantiasa membuat pengunjung merindukan moment-moment itu lagi.

Seorang INTROVERT yang Menyukai Dunia Blogging Di akhir tahun 2015 samapi dengan sekarang, yang sedang Belajar  Mengenal Dunia Blogging dan Harapan Ingin Menjadi Seorang "Blogger Profesional & Blogger Preneur". (23/8 bangoji.net)

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon