Saturday, September 10, 2016

Menikmati Keindahan Semesta dari Bukit Nanggi

                                                               Gambar Doc. R.U

Bukan hanya Rinjani yang mampu menghipnotis pengunjung dengan pesona alam khas pegunungannya, beberapa bukit yang berada tak jauh dari kaki gunung kebanggaan masyarakat Lombok ini pun tak kalah menjanjikan panorama yang luar biasa. Salah satunya adalah Bukit Nanggi, bukit yang setahun terakhir mulai menjadi tujuan wisata terutama saat akhir pekan dan menjadi buah bibir di kalangan para pecinta ke-tinggian. Bukit dengan ketinggian sekitar 2.300 mdpl ini terletak di desa Sembalun Bumbung kecamatan Sembalun kabupaten Lombok Timur. 

Akses menuju tempat wisata ini terbilang mudah, bagi pengunjung yang memutuskan tidak membawa kendaraan sendiri tidak usah khawatir, karena ada angkutan khusus (berupa truk pasir) dari desa Aikmel yang siap mengantar hingga ke desa Sembalun. 

Bahkan hingga ke pos pendaftaran pendakian Bukit Nanggi, ongkosnya pun cukup murah yaitu sekitar 20 hingga 25 ribu rupiah. Dan bagi pengunjung yang membawa kendaraan roda dua juga tidak usah khawatir, karena kendaraan tersebut bisa dititipkan di lokasi parkir yang berada tidak jauh dari titik awal pendakian. Para juru parkirnya akan selalu memastikan kendaraan pengunjung aman hingga si empunya turun lagi. 

Setelah melakukan pendaftaran anggota, pendataan barang bawaan serta membayar registrasi sebesar Rp. 10.000/orang di pos pendaftaran, pengunjung akan diberikan sebuah kantong plastik yang nantinya akan digunakan sebagai wadah untuk menyimpan semua sampah dari bungkus makanan yang dibawa. Dari hal sederhana tersebut menunjukkan bahwa pihak pengelola dan masyarakat sekitar sudah mulai serius berupaya memperhatikan serta menjaga kebersihan alam Bukit Nanggi.

Mulai titik awal pendakian hingga tiba di puncak, normalnya membutuhkan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Trek pendakiannya pun tak jauh berbeda dengan pendakian Rinjani, ada beberapa titik tanjakan yang benar-benar membutuhkan tenaga ekstra dan mental yang kuat serta konsentrasi tinggi saat melewatinya. 

Namun selama perjalanan decak kagum akan senantiasa mengiringi langkah kaki para pengunjung karena panorama alam yang terbentang, sejauh mata memandang deretan pepohonan rimbun memenuhi perbukitan yang berjejer mengelilingi desa Sembalun. Alangkah baiknya melakukan pendakian saat musim panas, karena jika melakukan pendakian saat musim hujan mulai turun jalannya sangat licin dan gampang tergerus.


Puncak Bukit Nanggi, memberikan dua paket keindahan sekaligus yaitu sunset dan sunsrise. Jika berangkat lebih awal (sekitar pukul 12.00) maka pengunjung dapat menikmati saat-saat menjelang tenggelamnya sang surya dibalik punggung sang Dewi Rinjani yang tepat berada disisi sebelah barat bukit ini.

Beberapa menit kemudian tepat saat cahaya malam mulai memeluk bumi, lampu-lampu dari rumah penduduk Sembalun Bumbung yang berada nun jauh dibawah sana seolah serentak menyala hanya dengan menekan tombol “on” pada satu saklar. Jika diperhatikan baik-baik, cahaya lampu dari barisan rumah-rumah penduduk tersebut membentuk pola seperti sebuah gambar cinta (hati), persis seperti yang terlukis di langit malam oleh deretan bintang-gemintang. 

Keindahan lain yang tak kalah memukau kembali tercipta saat mentari yang muncul perlahan dibalik gunung yang ada di pulau Sumbawa mulai menerangi semesta dengan sinar merahnya. Dari puncak Nanggi pengunjung bisa menyaksikan indahnya sang Dewi Rinjani, hamparan sawah-sawah di desa Sembalun yang berbentuk kotak dengan aneka warna, hamparan ilalang yang memenuhi bukit-bukit kecil terlihat semakin menawan saat diterpa angin, desa-desa yang ada di kawasan kecamatan Sambelia dan beberapa gili kecil yang tersebar di sekitarnya, gunung Tambora bahkan tak ketinggalan pulau Sumbawa.

Namun keindahan tersebut tidak bisa dinikmati oleh pengunjung selama berhari-hari seperti saat mendaki Rinjani, karena jauhnya lokasi mata air dari puncak Bukit Nanggi sehingga sebisa mungkin persediaan air yang dibawa sejak berangkat hingga turun lagi cukup tersedia. Itulah sebabnya rata-rata pengunjung hanya menginap  se-malam saja di bukit ini. 

Seorang INTROVERT yang Menyukai Dunia Blogging Di akhir tahun 2015 samapi dengan sekarang, yang sedang Belajar  Mengenal Dunia Blogging dan Harapan Ingin Menjadi Seorang "Blogger Profesional & Blogger Preneur". (23/8 bangoji.net)

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon