Tuesday, September 6, 2016

Labuan Haji, Pantai Sederhana dengan Siluet Sunrise yang Luarbiasa

Gambar Doc. R.U

Beberapa puluh tahun silam, Labuan Haji merupakan satu-satunya jalur yang digunakan sebagai dermaga penyebrangan kapal-kapal besar yang akan mengangkut calon jemaah haji, sebelum akhirnya berpindah ke kapal yang jauh lebih besar di Tanjung Perak, Surabaya. Itulah yang menjadi cikal bakal nama pantai ini, pantai dalam bahasa sasak disebut Labuan.

Labuan haji, merupakan salah satu dari sekian banyak pantai yang berada di kawasan Lombok timur yang memiliki jarak paling dekat dengan pusat pemerintahan kota Selong, yaitu sekitar 8km lurus kearah timur, tepatnya di wilayah kecamatan Labuan Haji, kabupaten Lombok timur. Lokasinya masih satu garis pantai dengan beberapa pantai yang membentang sepanjang utara–selatan, Lombok timur. 

Pada akhir pekan, kawasan pantai ini selalu ramai dikunjungi dari berbagai kalangan dan kelas sosial. Meskipun pengunjung tetapnya lebih banyak didominasi oleh anak-anak muda yang seringkali menikmati detik-detik sang mentari menyembul dari balik bukit yang ada di pulau Sumbawa, sembari menikmati hangatnya secangkir kopi yang bisa dengan mudah dipesan dari para pemilik warung yang berjejer disepanjang pinggir pantai. Keindahan yang sangat memukau dibalik kesederhanaan pantai ini akan terlihat berkilau sempurna saat sunrise tiba.
Bagi pengunjung yang berminat menjelajah birunya lautan, dapat menyewa jasa perahu nelayan yang bisa didapatkan dengan mudah disekitar area pantai, fasilitas banana boat juga ada. Dibeberapa titik tertentu masih banyak berjejer pohon kelapa, pohon banten, serta mangrove yang selalu menjadi lokasi paling diminati oleh anak-anak muda untuk selfie. Keberadaan pohon-pohon tersebut menjadikan pinggir pantai ini menjadi cukup teduh dari terik matahari. 

Tekstur pasir di pantai Labuan haji sangat lembut dengan warna hitam yang mengkilat saat terkena air laut, ombaknya juga tidak terlalu besar. Biasanya pada bulan-bulan tertentu (saat acara pesta pantai, dan libur kenaikan kelas) pantai ini benar-benar padat oleh ribuan manusia. Tiap tahun pengunjung yang datang selalu bertambah meskipun telah banyak bermunculan pantai-pantai yang jauh lebih eksotis. Tetapi pantai ini seolah tetap menjadi andalan masyarakat Lombok timur secara turun-temurun.

Dan keberadaan dermaga yang saat ini telah selesai dibangun meski hampir dua tahun belum kunjung ber-operasi, semakin menyedot kedatangan para pengunjung yang berniat menikmati indahnya panorama alam saat bumi mulai bermandikan hangatnya sinar mentari dari ujung dermaga ataupun disekitar bangunan mercusuarnya. Tarif masuk ke dalam kawasan dermaga masih terbilang cukup murah, untuk sepeda motor biasanya pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp.3.000, untuk kendaraan roda empat Rp.5.000 sedangkan bagi pejalan kaki atau yang menggunakan sepeda tidak ditarik biaya samasekali.  

Seorang INTROVERT yang Menyukai Dunia Blogging Di akhir tahun 2015 samapi dengan sekarang, yang sedang Belajar  Mengenal Dunia Blogging dan Harapan Ingin Menjadi Seorang "Blogger Profesional & Blogger Preneur". (23/8 bangoji.net)

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon