Cerita Renungan : Pantas Mereka Takut .....!!

Renungan mlm tuk pemuda 
Pantas Mereka Takut...
Jejaksatupena.com - Anak-anak muda yang membahayakan. Para teroris hadir. Sel-sel baru bermunculan. Pengajian-pengajian sumbernya. Masjid pusatnya. Terutama masjid sekolah-sekolah dan kampus. Kumpulan mereka perlu diwaspadai dan diawasi.
Lihatlah pola yang menggiring secara bertahap tapi pasti.Hasilnya sangat terlihat. Para orangtua banyak yang khawatir begitu melihat anaknya berubah menjadi baik. Seorang ibu ketakutan saat melihat anaknya liburan dari pesantrennya, karena melihat pakaian putrinya itu sangat rapi menutup aurat sesuai syariat Islam. “Apa anak saya sudah kerasukan pemikiran radikal?”
Efek buruk dan jahat ini merasuki otak dan hati para orangtua tanpa disadari. Dan anehnya, para orangtua lebih nyaman melihat anaknya bergaul tanpa batas. Itulah yang dianggap wajar. Mereka senang melihat anaknya menghabiskan waktu untuk melamun, karena dianggapnya sedang puber. Aneh...
Dan akhirnya para orangtua tanpa disadari memberi ‘wejangan’, “Hati-hati kalau ngaji di masjid.” Anak-anak muda yang rumit memilah jenis pengajian, akhirnya memutuskan untuk duduk-duduk di kafe, nongkrong di jalanan, bahkan tempat-tempat dosa. Dan mereka pun jauh dari masjid.
Luar biasa bukan...rencana jahat menjauhkan generasi muda dari masjid. Karena mereka sadar, tapi kita tidak sadar. Mereka tahu, tapi kita tidak tahu. Mereka membaca sejarahnya, kita tidak. Bahwa kebangkitan Islam itu berawal dari kebangkitan anak-anak mudanya.
Dengarkan penjelasan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya saat menjelaskan tentang kata: Fityah (pemuda), dalam Surat Al Kahfi,
“...Untuk itulah kebanyakan yang menyambut (seruan) Allah dan Rasul Nya shallallahu alaihi wasallam adalah pemuda. Adapun orang-orang tua dari Quraisy, kebanyakan mereka tetap bertahan dalam agama mereka dan tidak masuk Islam kecuali sedikit saja.”
Untuk lebih menjelaskan kalimat tersebut, mari kita baca tulisan DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh, Dosen Universitas Al Azhar Mesir. Beliau menuliskan data usia mereka yang masuk Islam di masa dakwah rahasia Nabi (sepanjang 3 tahun), dalam buku beliau Khawatir wa taammulat fis sirotin nabawiyyah, h. 125-129. Beliau mengambilnya dari dari Majalah Al Wa’yu Al Islamy, Edisi 77. Perlu diingat di awal, jika ada perbedaan tentang usia dalam buku-buku siroh adalah merupakan hal yang wajar. Di sini dinukilkan apa adanya dari buku tersebut:
1.    Ali bin Abi Thalib                8 tahun
2.    Zubair bin Awwam              8 tahun
3.    Thalhah bin Ubaidillah        12 tahun
4.    Arqam bin Abil Arqam         12 tahun
5.    Abdullah bin Mas’ud            Menjelang 15 tahun
6.    Said bin Zaid                      Belum 20 tahun
7.    Saad bin Abi Waqqash         17 tahun
8.    Mas’ud bin Rabi’ah               17 tahun
9.    Ja’far bin Abi Thalib             18 tahun
10.    Shuhaib Ar Rumi                belum 20 tahun
11.    Zaid binHaritsah                 menjelang 20 tahun
12.    Utsman bin Affan               sekitar 20 tahun
13.    Thulaib bin Umair               sekitar 20 tahun
14.    Khabbab bin Art                sekitar 20 tahun
15.    Amir bin Fuhairoh               23 tahun
16.    Mush’ab bin Umair              24 tahun
17.    Miqdad bin Aswad              24 tahun
18.    Abdullah bin Jahsy              25 tahun
19.    Umar bin Khattab               26 tahun
20.    Abu Ubaidah bin Jarrah        27 tahun
21.    Utbah bin Ghazwan            27 tahun
22.    Abu Hudzaifah bin Utbah     sekitar 30 tahun
23.    Bilal bin Rabah                    sekitar 30 tahun
24.    Khalid bin Said                    sekitar 30 tahun
25.    Amr bin Said                      sekitar 30 tahun
26.    Ayyasy bin Abi Rabi’ah         sekitar 30 tahun
27.    Amir bin Rabi’ah                 sekitar 30 tahun
28.    Nu’aim bin Abdillah             sekitar 30 tahun
29.    Utsman bin Madz’un           sekitar 30 tahun
30.    Abdullah bin Madz’un          17 tahun
31.    Qudama bin Madz’un          19 tahun
32.    Saib bin Madz’un                sekitar 10 tahun
33.    Abu Salamah bin Abdul Asad     sekitar 30 tahun
34.    Abdurahman bin Auf                sekitar 30 tahun
35.    Ammar bin Yasir                      antara 30-40 tahun
36.    Abu Bakar                              37 tahun
37.    Hamzah bin Abdul Muthalib       42 tahun
38.    Ubaidah bin Harits                   50 tahun
39.    Amir bin Abi Waqqash             masuk Islam setelah urutan orang ke-10
40.    As Sail bin Utsman        syahid di perang Yamamah (11 H) umurnya masih 30 tahun

Dan ini kalimat DR. Mahmud Muhammad ‘Imaroh,
Walau Quraisy terus menerus melakukan teror dan intimidasi terhadap orang-orang lemah..tetapi anak-anak muda itu justru mengumumkan keislaman mereka, dengan konsekuensi yang sedang menanti mereka berupa kesulitan hidup...dan terkadang harus mati!
Deretan angka-angka di atas menunjukkan kebenaran kalimat Ibnu Katsir bahwa kebesaran Islam ini lebih banyak ditopang oleh anak-anak muda.
Sebenarnya, skenario menjauhkan cara pandang yang benar terhadap generasi muda bukan hanya dilakukan sekarang dengan pola seperti ini. Berbagai cara dan pola telah lama mereka laksanakan.Mereka menyusupkan dengan perlahan tapi pasti berbagai teori racun. Targetnya jelas: menjauhkan anak-anak muda dari kebaikan mereka dan masjid mereka.
Seperti berbagai penelitian yang menyampaikan bahwa remaja adalah usia kerusakan, kegundahan, keguncangan, krisis, kenakalan. Pelajaran ini benar-benar tertanam pada orangtua. Sehingga, lagi-lagi mereka meyakini bahwa remaja harus melalui semua masalah itu. Jika ada anaknya yang baik-baik saja dan tidak melalui kekacauan itu, orangtua akan berkata, “Apa anak saya tidak normal ya?”
Lihatlah sebuah skenario besar dalam rentang puluhan bahkan ratusan tahun. Dan mereka berhasil meracuni pemikiran para pendidik dan orangtua muslim. 
Padahal pemuda begitu positif dalam bahasa ayat, hadits dan ulama. Sehingga perlu sebuah upaya besar untuk membalik cara pandang tersebut sekaligus memberi obat dari masalah yang dihadapi oleh para pemuda kita. (nantikan modul dan pelatihannya dari parentingnabawiyah)

Pemuda adalah kekuatan, inspirasi, kreatifitas, ledakan ruhiyah, ketegaran, kesegaran, enerjik, karya besar dan penopang peradaban Islam.
Pantas mereka takut....
(Qs Yusuf 12:111)
(@InspiratorIndonesia)

No comments for "Cerita Renungan : Pantas Mereka Takut .....!!"


=> CLOSE ADS KLIK 2X <=