Wednesday, January 25, 2017

Anehh... !!! Pohon Empat Musim Memberikan Manfaat yang Luar Biasa

Tags

Mengambil Pelajaran dari Pohon 4 Musim

Selamat sore, tantangan kelima adalah membuat sebuah deskripsi mengenai “Pohon 4 Musim”.

Berpikir sejenak ketika mendengar kata Pohon 4 Musim, apa yang bisa saya pikirkan ? entahlah berpikir seperti apa nanti, karena baru pertama kali mendengar sebuah kata seperti ini. Bagaimana saya bisa membuat sebauh deskripsi mengenai tantangan ini, toh kata “Pohon 4 Musim” juga baru pertama kali mendengarnya.

Nah dari sini awal saya mulai berpikir, bagaimanapun caranya tantangan kelima harus dibereskan dengan cepat. Berpikir lagi sejenak, lalu pergi keluar dari rumah hanya untuk kumpul ria bersama sahabat ditengah percakapan saya pun membicarakan atau menanyakan tentang “Pohon 4 Musim’ ini. Hening seketika tak ada satu orangpun yang bisa menjawab pertanyaan ini.

Celoteh seorang dari sahabat, “Pohon 4 Musim”. Di Indoseia kan tidak ada 4 musim yang ada hanya musim kemarau dan musim hujan.

Well,
Jawaban sudah terekam dalam pikiran. Kali ini saya akan mengajak kalian untuk berimajinasi untuk pergi kesuatu tempat yang terkenal dengan 4 musim (musim panas, musim semi, musim dingin dan musim gugur). Sudah terbayang Negara mana yang memiliki keempat musim tersebut, tentu yaitu Negara Eropa. Tapi bukan untuk berlibur yah, melainkan untuk memetik sebuah pelajaran tentang tidak menilai segala sesuatu terlalu cepat.

Go …
Kemaren kita sudah berimajinasi tentang “keruntuhan Menara Effel.”

Bayangkan, saat ini kita tinggal di sebuah Negara Eropa dan diri saya membayangkan untuk tinggal di Negara Jepang terserah saya pilih Negara ini. Dan untuk kalian bayangkan di Negara mana saja yang kalian inginkan dan terdapat 4 musim tersebut.
Hari ini hari minggu, bayangkan kita pergi mejelajah kesebuah tempat yang jauh dari kediaman tempat tinggal saat ini. Diperjalanan yang akan dituju tidak disengaja berpapasan dengan sebuah pohon yang besar telihat jelek, kering bercabang-cabang dan tidak berdaun.

Beberapa bulan kemudian kita pergi ketempat yang sama, tapi mengapa pohon pertama kali kita temukan tidak ada bisa ditemukan melainkan ada sebuah pohon besar yang baru dan dipenuhi kuncup yang sedang bersemi dan penuh harapan. Coba bayangkan …! Sudah di bayangkan? Cukup jangan terlalu lama membayangkannya.
Sekian bulan, kita melakukan perjalanan lagi ketempat yang sama dan apa yang terjadi ? pohon tersebut di penuhi dengan penuh bunga-bunga yang harum dan tentu terlihat indah serta  sangat menakjubkan.

Dan beberpa bulan kemudian kita pergi ke tempat yang sama, kita menemukan sebuah pohon besar yang dipenuhi dengan buah-buah telah masak, sarak dengan kehidupan dan mulai gugur dedaunannya.

Tentu kita akan berpikir, 4 pohon tersebut yang kita lihat adalah sebuah pohon yang sama, tetapi yang berbeda adalah waktu kita melihatnya dalam beberapa musim yang berbeda. Nah, setelah kita berimajinasi dan membayangkan sebuah pohon 4 musim ini, adakah yang bisa kita ambil pelajarannya ..?

Berbagi cerita,

“Ayah dan 4 Orang Anaknya”

Suatu hari seorang ayah menyuruh kepa ke empat anak-anaknya ke sebuah hutan sekitaran rumahnya untuk melihat sebuah pohon pir dengan waktu yang berbeda.

Anak yang pertama disuruh pergi pada musim dingin,

Anak kedua pergi pada musim semi,

Anak ketiga pergi di musim panas,

Dan anak yang keempat disuruh pergi pada musim gugur.

Setelah pulang dari hutan masing-masing anaknya memberikan sebuah laporan yang berbeda.

Anak pertama, “Pohon pir tersebut sangat terlihat jelek, ranting-ranting bengkok dan dedaunan terjatuh.”

Anak kedua, “pohon pir itu tampaknya dipenuhi dengan kuncup-kuncup yang sangat menjanjikan.”

Anak ketiga,”Pohon pir itu terlihat dipenuhi dengan bunga-bungan bertebaran yang  indah harum baunya dan sangat menakjubkan sekali.”

Anak yang keempat, berpendapat lain dan tidak setuju dengan ketiga saudaranya. “Pohon pir itu sangat lebat sekali dan dipenuhi dengan banyak buah yang matang dan ranum”.

Kemudian sang ayah , berkata kepada keempat anaknya . “Semua yang kalian lihat itu benar, hanya saja kalian melihat di waktu yang berbeda .” Lalu sang ayah berpesan, “Mulai sekarang jangan pernah menilai kehidupan hanya berdasarkan satu masa yang sulit.”

Ketika kita sedang mengalami masa-masa sulit, segalanya terlihat tidak menjanjikan, banyak kegagalan dan kekecewaan, jangan cepat menyalahkan diri dan orang lain bahkan berkata bahwa kamu tidak mampu, bodoh dan bernasib sial atau apapun semacamnya.

Ingatlah, kita berharga di mata TUHAN. Tidak ada istilah “nasib sial” bagi orang percaya! Kerjakan yang menjadi bagian kita dan percayalah TUHAN akan mengerjakan bagian-Nya.

Jika kita tidak bersabar ketika berada di musim dingin, maka kita akan kehilangan musim semi dan musim panas yang menjanjikan harapan, dan kita tidak akan menuai hasil di musim gugur. “Kegelapan malam tidak seterusnya bertahan, esok akan datang fajar yang mengusir kegelapan”.

Selalu ada harapan bagi orang yang mau bertahan.

Nah, sahabatku tercinta dari sini kita dapat mengambil beberapa petik pelajaran yang bisa kita amalkan di kehidupan kita.

Seorang INTROVERT yang Menyukai Dunia Blogging Di akhir tahun 2015 samapi dengan sekarang, yang sedang Belajar  Mengenal Dunia Blogging dan Harapan Ingin Menjadi Seorang "Blogger Profesional & Blogger Preneur". (23/8 bangoji.net)

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon