Tuesday, December 20, 2016

Cara menulis Feature Dengan Benar

Pada literatur komunikasi jurnalistik, feature merupakan karangan spesial   yang memadukan berita serta opini penulis. Feature itu bisa berupa informasi, mampu juga artikel opini, namun tersaji pada bentuk bercerita, mirip halnya cerpen. menulis features seperti halnya menulis karya nonfiksi lainnya, mirip artikel, esai, laporan penelitian, dsb. Ia tetap ditulis menggunakan memakai data atau surat keterangan. 

Tetapi, sangat tidak sama dengan isu terbaru (hard news) pada surat kabar. Features cenderung dipaparkan secara hayati sebagai pengungkapan daya kreativitas, kadang-kadang menggunakan sentuhan subjektivitas si penulis terhadap peristiwa, situasi, dsb.


Jenis-jenis Features

Pertama, features informasi umumnya muncul bersamaan dengan terjadinya suatu insiden. Dalam hal ini, news features lebih membicarakan kejadian berasal peristiwa tadi dengan disertai proses timbulnya insiden itu.

Kedua, features ilmu pengetahuan umumnya dikemukakan dengan relatif berbobot. Ciri goresan pena ini ditandai kedalaman pembahasan serta objektivitas pandangan yang dikemukakan. Features jenis juga mampu kita baca pada beberapa koran serta majalah, seperti Kompas, Tiara, Trubus, Intisari, info komputer .
Ketiga, features minat dari manusia yakni jenis features yang lebih banyak menuturkan situasi yg menimpa orang, menggunakan cara penyajian tulisan yang menyentuh hati dan  menyentil perasaan.


Cara Menulis Features
 
Sebetulnya hampir sama menggunakan teknik menulis artikel lainnya, hanya saja dalam menulis feature kita dituntut buat lebih ‘menyentuh’ serta memberikan nuansa lain dari sekadar sebuah gosip. Itu sebabnya, feature bisa berfungsi sebagai penjelasan atau tambahan buat gosip yang telah disiarkan sebelumnya, memberi latar belakang suatu insiden, menyentuh perasaan serta mengharukan, menghidangkan isu menggunakan menghibur, jua bisa mengungkap sesuatu yg belum tersiar menjadi isu.

Nah, harus diakui bahwa yang terpenting pada pembuatan tulisan berjenis feature ini adalah lead. Kekuatannya terdapat pada sana. Lead ibarat pembuka jalan. Jadi upayakan benar-sahih menarik dan  mengundang rasa penasaran pembaca untuk terus membaca. 

Karena, gagal pada menuliskan lead pembaca bisa ogah meneruskan membaca. Gagal berarti kehilangan daya pikat. Itu sebabnya, penulis feature harus pandai  betul memakai kalimatnya. Bahasa rapi, terjaga, bagus dan  kelihaian pada cara memancing itu haruslah jitu. Memang sih, tak terdapat teori yang baku tentang menulis lead sebuah feature. Semuanya sesuai pengalaman dan  juga perkembangan.

Nah itulah cara menulis features dengan benar, semoga bermanfaat.

Seorang INTROVERT yang Menyukai Dunia Blogging Di akhir tahun 2015 samapi dengan sekarang, yang sedang Belajar  Mengenal Dunia Blogging dan Harapan Ingin Menjadi Seorang "Blogger Profesional & Blogger Preneur". (23/8 bangoji.net)

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon