Wednesday, November 30, 2016

Kejutan dari Blogger Jakarta, Semakin Ingin Pulang Kembali

BangOji.net - Saya teringat kapan perhatian saya mulai tertuju pada dunia blogger, yakni semenjak saya masuk dalam sebuah komunitas yang cukup saya banggakan, namanya adalah blogger Jakarta.

Berawal dari perkenalan saya dengan blogger Jakarta, cakrawala dunia maya saya semakin luas dan terus melakukan ekspansi. Sampai-sampai yang mulanya perhatian saya dengan dunia maya bisa dihitung dengan jari, kini hampir setiap kali ada ‘isu segar’ di dunia maya saya selalu hadir untuk meresponnya.

Perkenalan saya dengan dunia blogger sebenarnya bukan berawal dari perjuampaan saya dengan blogger Jakarta, melainkan sudah 8 tahun lebih awal dari pada itu. Perjuampaan saya dengan blogger Jakarta bisa dikatakan sebagai titik klimaks saya dengan dunia blogger. Ibarat kata, ketika seseorang menjalan pertemanan, saya sudah berada dipuncak keakraban pertemanan tersebut.

Berbicara soal Blogger Jakarta sebenarnya sedikit saya hindari. Pasalnya hati ini selalu tersentuh mengingat momen-momen indah bersama anggota di setiap canda, tawa dan riuhnya kegiatan. Namun tak apalah, kali ini saya akan mengulas momen-momen itu lagi dan mengungkapkan suara hati dimana saya mendapatkan kejutan dari mereka.

Ya memang, saat ini saya bukan lagi bagian dari komunitas blogger Jakarta yang terdaftar dan terdata. Namun seorang keluarga bagi saya tetaplah keluarga. Terdaftar atau pun tidak, rahim dunia blogger saya terbentuk dari adanya komunitas blogger Jakarta.

Persoalan mengapa saya keluar, sebab apa yang melatarbelakanginya, dan apakah itu keputusan terbaik, saya tidak mau membahas itu. Bagi saya itu adalah masa lalu yang menyimpan sejuta nilai 'moral' yang baik untuk diri saya pribadi maupun orang lain.

Kali ini berbeda, saya hanya ingin menyampaikan rasa kejut saya yang diberikan blogger Jakarta. Sebuah kejutan yang membanggakan yang mampu membuat saya menyesal 'berat' kenapa harus meninggalkan blogger Jakarta.

Pagi hari seperti biasa saya melangkahkan kaki ke kampus dengan pikiran yang sesak akan tugas-tugas filsafat. Rasa-rasanya kaki ini melangkah bukan seperti biasanya, sebab saya masih terbebani satu tugas yang belum terlesaikan. Sedangkan hari ini Bung Dosen menuntut harus dikumpulkan.

Sesampainya di kampus, saya sempatkan menengok majalah dinding yang biasanya digunakan para mahasiswa menempelkan pengumuman event-event 'keren' di Jakarta. Dan ternyata, tak perlu waktu satu menit mata saya tertuju pada sebuah pengumuman yang sungguh mengejutkan.

SOSIAL MARKET COMMUNITY, yah itu nama eventnya. Mungkin jika hanya mendengar namanya saja semua orang akan acuh tak acuh, terlebih mereka yang tak begitu gemar dengan pergumulan suatu komunitas.

Namun ada yang berbeda. Di poster tersebut tercantum nama komunitas yang selama ini saya banggakan, yakni Blogger Jakarta. Wow, mungkin itu respon yang pertama kali keluar tatkala membaca info seputar event tersebut.

Saya hanya berpikir 'Selepas saya dari Blogger Jakarta, ternyata blogger Jakarta bisa melejit begitu cepat. Semakin ekesis dan berani menunjukkan jati dirinya. Apa yang sebelumnya saya bayangkan, kini telah terpatahkan dengan adanya pagelaran ini.

Entah kenapa selanjutnya saya berpikir 'apakah ini yang dinamakan takdir'. Takdir yang menuntun blogger Jakarta menjadi lebih baik tanpa adanya keberadaan diri saya. Atau sederhananya, apakah dunia memberikan penjelasan ketidakadaan saya di blogger Jakarta justru akan menaikkan tingat mereka.

Yah, sekali lagi itu hanya perasaan saja. Kalau pun benar adanya, mungkin langkah saya selanjutnya akan seperti ini terus tanpa harus melanjutkan niat untuk kembali ke keluarga blogger Jakarta. Agar karir dan perjalanannya bisa semakin lancar dan sukses.

Atau itu hanya ilusi atas sikap merasa bersalah yang saya miliki. Semoga itu bukan. Jujur saja, memang beberapa Minggu belakangan saya ingin melanjutkan niat untuk 'pulang kembali' ke rumah yang pernah saya bangun.

Pulang untuk melanjutkan dan 'menebus dosa' yang pernah saya lakukan. Sekali pun waktu itu saya harus keluar untuk'membersihkan nama', tapi yang namanya dosa tetaplah dosa. Bagi saya dosa bukan perkara antar manusia dengan Tuhan, tapi manusia dengan manusia juga berpotensi dosa.

Niat saya untuk melanjutkan 'pulang kembali' tidak lain adalah membayar segala dosa yang pernah saya perbuat. Saya yakin disana masih banyak orang yang menyimpan luka hati atas apa yang saya lakukan. Dan sayangnya, luka itu tidak akan bisa disembuhkan oleh siapa pun, kecuali oleh orang yang pernah membuat luka itu. Sederhananya, saya yang membuat luka itu, saya pula dokter yang akan menyembuhkannya.

Sampai saat ini pun saya tak mendengar kabar dari blogger Jakarta, kecuali dari poster yang menyejukkan hati itu. Berapa jumlah anggotanya, apa saja agendanya, dan apa kabar pengurusnya, saya tidak tahu. Yang saya tahun hanya saat ini Mas Ikhsan telah menggantikan posisi saya sebagai ketua. Selamat Mas, semoga semakin lebih baik.

Maaf beribu kali maaf, mungkin pembaca bingun ini postingan apa. Ini hanya postingan yang isinya 'pyur' curahat hati dari seorang pendosa yang ingin menyembuhkan dosanya. Dan saya minta maaf karena harus menulis di web yang terlalu bagus ini, karena memang sampai saat ini saya belum siap membangun web yang murni atas diri saya sendiri.

Harapan saya semoga dengan tidakadanya saya di blogger Jakarta, keluarga blogger Jakarta semakin baik, melejit, eksis, semakin banyak anggotanya, kompak dan solid. Persoalan saya diterima kembali atau tidak, saya serahkan pada waktu saja.

Terima kasih

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon