Saturday, October 22, 2016

Kioson Sebagai Jembatan Kesenjangan Digital UMKM

Tags

Kioson Sebagai Jembatan Kesenjangan Digital UMKM


Kioson Sebagai Jembatan Kesenjangan Digital UMKM 

Persaingan toko ritel di Indonesia tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar. Namun para pengusaha toko kelontong atau kios juga makin terjepit di antara para pelaku usaha dengan modal besar tersebut. 

Apalagi saat ini tren bisnis e-commerce makin mempermudah konsumen untuk mendapatkan produk yang diinginkan tanpa harus keluar rumah. 
Hanya dengan sambungan internet dan gadget, konsumen bisa mendapatkan kebutuhannya dengan mudah.

Selamat malam gaes kali ini saya ingin mengulas tentang "Kioson" pernahkah mendengar kioson, saya kira teman-teman tentunya sudah pada tahu apa itu kioson, bukankah begitu ?
Untuk lebih detilenya, yuk simak ulasan berikut. 

Apa itu Kioson?

Kioson merupakan sistem aplikasi smartphone yang dihadirkan oleh PT. Kioson Komersial Indonesia pada Mei 2015 dengan tujuan untuk membantu serta mengembangkan Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM) yang ada di Indonesia ini. Ditangani oleh para ahli di bidang merchandising, e-commerse, telekomunikasi serta keuangan, maka Kioson amat mendukung pergerakan ekonomi digital yang ada di tempat atau pedesaan yang selama ini terdapat adanya kesenjangan digital.  

Sesudah bermitra dengan Kioson, UMKM yang pada umumnya memiliki pemilik toko kelontong atau usaha kecil mengalami lonjakan besar pendapatan bulannya. Cara transaksi sistem tradisional tiba-tiba berubah menjadi Digital sesudah bergabung bersama Kioson.
Sampai saat ini lebih dari 3000 keluarga UMKM yang terbantu oleh kemitraan dengan Kioson.

Kioson tagline  " Semua dapat Online ", maka sasaran Kioson merupakan mendorong dan mengajak masyarakat Indonesia untuk berperan aktif dalam memajukan serta mengembangkan ekonomi digital.

Tentang Kioson

Persaingan toko ritel di Indonesia tak cuma dirasakan oleh para pengusaha besar. tetapi para pengusaha toko kelontong atau kios pun makin terjepit di antara para pelaku usaha dengan modal besar tersebut. Apalagi waktu ini tren bisnis e-commerce makin mempermudah konsumen untuk memperoleh produk yang diinginkan tanpa mesti keluar rumah. cuma dengan sambungan internet serta gadget, konsumen dapat memperoleh kebutuhannya dengan mudah.

Kondisi itulah yang jadi perhatian Roby Tan, profesional yang berpengalaman di bidang telekomunikasi. Roby semenjak 2009 telah merintis perusahaan telekomunikasi serta jadi distributor  perangkat komunikasi kayak tablet, smartphone serta terminal wifi dengan merek Cyrus.

Dengan pengalaman itu, ia ingin pengusaha mikro serta kecil di aneka macam tempat dapat pun mencecap keuntungan bisnis e-commerce di era internet ini. tapi, kendala modal, jarak serta minimnya pengetahuan perihal sistem info membuat mereka susah untuk berkembang.

Itulah yang jadi tujuan Roby sebagai founder membangun Kioson lewat bendera PT Kioson Komersial Indonesia. Dengan sebuah sistem yang telah dibangun dalam tablet oleh tim Kioson, pengusaha mikro serta kecil di aneka macam tempat dapat melaksanakan transaksi, mulai dari pembayaran tagihan kayak tagihan telepon serta tagihan teve berbayar.

Selain itu, sistem ini pun memungkinkan untuk pengusaha ini menjajakan fasilitas belanja online yang lebih praktis kayak beli tiket penerbangan, beli tiket kereta, reservasi hotel serta lainnya.

Biasanya, untuk dapat melayani transaksi pembayaran tagihan mesti melaksanakan pendaftaran serta mengeluarkan modal yang cukup besar. tapi, dengan sistem yang telah ada di tablet yang akan dimiliki oleh tiap-tiap anggota yang tergabung dalam Kioson, proses akan jauh lebih mudah.

Jasin Halim, co-founder serta Chief Executive Officer Kioson mengatakan, sebelum merealisasikan proyek ini, timnya menganalisis beberapa faktor yang membuat para pelaku UMKM yang menjalankan usaha kios tak dapat bersaing langsung dengan toko modern. "Edukasi, infrastruktur serta cara pembayaran konvensional yang membuat para pengusaha ini sebagian besar tak mempunyai rekening bank. Para pelaku UMKM ini merupakan 90% pangsa pasar yang belum terjamah," katanya.

Hal inilah yang membuat Kioson membidik kota-kota di Indonesia lapis kedua sebagai target pasar. Meski begitu, manajemen mesti bekerja keras mengimplementasikan misi ini. Pilot Project Kioson telah dilaksanakan pada 8 Agustus 2015 lalu dengan menggandeng 150 mitra di Jakarta, lalu disusul tempat Madura, Magelang serta Jepara. Menurutnya respon para mitra cukup positif, ini terbukti dengan jumlah mitra yang hampir mencapai 1.500 mitra. Kehadiran Kioson pun dapat membuat penghasilan para mitra dapat naik sebanyak 25%.

Produk yang ditawarkan oleh sistem Kioson bagi konsumen terdiri dari dua kategori yakni e-commerce serta non-e-commerce. Kategori e-commerce kayak menjual produk fesyen, peralatan kantor, alat kesehatan serta kecantikan, elektronik serta gadget. Untuk kategori non-e-commerce kayak pulsa, token listrik, pembayaran tagihan telepon, tagihan PAM, serta tak sedikit lagi.

Simak video tentang kioson untuk lebih mengenalnya



Penggagas Kioson

Kioson Sebagai Jembatan Kesenjangan Digital UMKM  
Pemilik & Penggagas Kioson, dari kiri ke kanan :
Roby Tan (Founder),  Viveri Limiardi (Co-Founder),  Jasin Halim (Co-Founder & CEO) dan RICO (CTO )

Tenaga kerja Kioson adalah ahli dari bidang telekomunikasi yang dihubungkan oleh satu tujuan untuk membantu UMKM dalam mengembangkan usahanya melalui sistem kerja yang melibatkan 3 komponen (supplier, retailer dan konsumen), dimana memberikan kesempatan untuk bersaing serta menyejahterakan ekonomi keluarga dan sekitarnya. Kioson didirikan oleh Roby Tan sebagai Founder, Viveri Limiardi sebagai Co-Founder, Jasin Halim sebagai Co-Founder & CEO, dan RICO sebagai CTO.  Kioson juga memiliki visi dan misi yang kuat demi untuk meningkatkan produk yang berkualitas.

Visi
Membangun jaringan retailer terbesar di Indonesia dengan bekerja sama dengan pihak mitra usaha pedagang kecil dan menengah yang tersebar diseluruh pelosok nusantara.

Misi
Memberikan daya ungkit kepada Pengusaha Kecil dan Menengah dengan menggunakan teknologi untuk meningkatkan daya saing sehingga membantu kesejahteraan para mitra.
untuk melanjutkan membaca klik disini

Seorang INTROVERT yang Menyukai Dunia Blogging Di akhir tahun 2015 samapi dengan sekarang, yang sedang Belajar  Mengenal Dunia Blogging dan Harapan Ingin Menjadi Seorang "Blogger Profesional & Blogger Preneur". (23/8 bangoji.net)

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon