Wednesday, June 24, 2015

Rasulullah SAW | Janjikan surga Untuk Umatnya Kecuali yang Tidak Mau ???

Jika kita tanya orang-orang di sekitar kita atau yang kita temui, “Apakah Anda mau bahagia?” Kita bisa menduga bahwa mereka akan menjawab mau. Sepertinya sangat kecil kemungkinan bahkan mustahil ada orang yang tidak mau bahagia. Termasuk ketika kita tanyakan, “Apakah Anda mau masuk Surga?” Tentu dengan sangat yakin mereka, kita semua akan menjawab “mau”. Tapi, nyatanya ada lho orang yang tidak mau bahagia, tidak mau masuk Surga. Mungkin Anda bingung, tapi begitulah adanya.

Rasulullah Saw bersabda: “Setiap umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan (tidak mau).” (HR. Bukhari)

Dari hadits ini Rasulullah Saw ingin menyampaikan kepada kita, bahwa ada orang yang tidak mau bahagia, yaitu tidak mau masuk Surga. Padahal di awal sabda Beliau bahwa setiap umat beliau itu akan masuk Surga. Tapi Rasulullah Saw mengecualikan dari umatnya ada yang tidak mau masuk Surga. Jadi, sebenarnya ada lho orang yang tidak mau masuk Surga. Mungkin nggak ya ada yang tidak mau?

Mari kita simak lanjutan hadits di atas. Mendengar kabar (sabda) di atas, para sahabat kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan masuk surga itu?’ Beliau menjawab, “Siapa yang mentaatiku ia masuk surga dan siapa yang mendurhakaiku suggu ia telah enggan masuk surga.” (HR. Bukhari)

Jadi ternyata yang tidak mau masuk Surga itu adalah mereka yang tidak mau taat kepada beliau (Rasulullah Saw). Dengan kata lain, orang yang tidak mau masuk Surga itu adalah mereka yang tidak mau taat kepada Allah dan Rasulnya, tidak mau taat kepada Syariat Islam.

Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaaf: 13-14)

Dalam ayat yang lain Allah Swt juga berfirman, “Dan siapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun.” (QS. Al-Nisa': 124)

Jadi, yang diperlukan dari mau atau tidaknya kita masuk surga bukan sekedar kata yang diucapkan, tapi dari tindakan yang kita lakukan. Taat ataukah tidak. Ibadah ataukah maksiat yang dilakukan. Ketakwaan atau pembangkangan pada SyariatNya. Itulah yang menentukan kita benar-benar mau masuk Surga atau justru enggan memasukinya. Karena keta’atan adalah pembuktian dari keinginan kita. Bila kita tidak mau taat, tidak mau menutup aurat, tidak mau shalat, tidak mau berpuasa, tidak mau mengkaji islam, tidak mau berdakwah, tidak mau meninggalkan riba, tidak mau meninggalkan maksiyat dan tidak mau beramal sholih lainnya, berarti sebenarnya kita tidak mau masuk Surga. Karena mau atau tidaknya dilihat dari tindakan, bukan sekedar ucapan. Bila kita mengucapkan mau masuk Surga tapi enggan hidup dalam keta’atan, sejatinya ucapan kita adalah dusta belaka.

Alhasil, ketaatan, amal sholih, ketaqwaan menjadi jawaban apakah kita mau masuk Surga atau tidak. Bukan ucapan saja. Keinginan itu perlu pembuktian bukan sekedar pengakuan. Yuk berubah, menjadi pribadi yang benar-benar berharap Surga dengan membuktikannya dalam ketaatan. Semoga di bulan Ramadhan ini kita bisa lebih taqwa, lebih taat kepada Syariat sehingga kita termasuk orang yang Rasulullah Saw janjikan akan memasuki Sorga. Kita pun berlindung semoga kita tidak termasuk orang yang tidak mau masuk Surga.

Seorang INTROVERT yang Menyukai Dunia Blogging Di akhir tahun 2015 samapi dengan sekarang, yang sedang Belajar  Mengenal Dunia Blogging dan Harapan Ingin Menjadi Seorang "Blogger Profesional & Blogger Preneur". (23/8 bangoji.net)

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon