Wednesday, May 6, 2015

ORMAS dan ISLAM



Alhamdulillah Teman-teman Sudah Sekian lama bergelut Di dunia Cyber, syukur alhamdulillah akhirnya menemukan beberapa teman untuk bisa sharing tentang berbagai hal, kali ini saya akan mempostingkan sebuah Artikel yang ditulis oleh teman saya dan saya kutip artikel tersebut, semoga postingan kali ini bisa bermanfaat dan bisa lebih bertabayun lagi,.


Bismillah, sudah lama tidak ngeblog lagi dikarenakan blog ini kemarin-kemarin bermasalah, entah kenapa Rumahweb.com pelayanannya kurang baik hehe, tapi mungkin memang Allah sengaja menyuruh saya istirahat dulu dari ngeblog.

Akhir-akhir ini saya sering disebut anggota dari salah satu ormas yang dibuat sensi warga masyarakat sini, padahal saya tidak pernah mengikuti ormas manapun dalam Islam. Rasanya lebih baik anonim daripada berjamaah seperti geng-gengan.
“Kaze situ PERSIS (Persatuan Islam) ya?” ada juga yang “Kaze situ ISIS ya?”


Saya tidak mengenal begitu dekat dengan PERSIS dan juga ISIS tapi kok mereka menganggap saya PERSIS dan ISIS? hehe. Ini bermula ketika saya mengajar anak-anak mengaji pada malam jum’at malah dengan membacakan Al-Kahfi dan bukan malah Yasinan. Sangat aneh sekali ketika ingin mengutamakan Sunnah Rasulﷺ malah dianggap sesat, entah karena mereka tidak mengenal Rasul ﷺ entah karena memang anti Rasul ﷺ .
“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul ‘atiq.” (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim)

ORMAS Islam

Organisasi Masyarakat dibentuk oleh sekelompok masyarakat, sudah pasti. Tapi mindset di kita Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, dan PERSIS itu adalah suatu Aqidah. Padahal Aqidahnya sama Islam atau Allahisme (bertuhankan Allah). Di kita jika misal tidak Tahlillan, maka dianggap PERSIS atau Muhammadiyah, dan jika misal Tahlillan maka dianggap Nahdatul Ulama, meskipun tidak ikut salah satu dari ORMAS Islam tersebut.

Seperti saya akhir-akhir ini, karena tidak Yasinan dianggap PERSIS atau ISIS, dan tidak jarang juga mereka menganggap saya sesat karena beda dari mereka. Padahal setahu saya ORMAS NU, PERSIS, dan Muhammadiyah itu adalah dibuat oleh Ahlul Sunnah Wal Jama’ah deh. Tidak ada beda dari kita hanya saja mereka berorganisasi dengan tujuan untuk kemajuan Islam.

Nah namun jika misal ada perbedaan, selagi masih ada di ruang lingkup Qur’an dan Sunnah janganlah kita permasalahkan!!! Tuh Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Hanafi, dan Imam Hambali yang pada beda Fiqih saja tidak pada saling sesatkan kan. Tapi apa yang terjadi di kita, perbedaan ini meski hanya beda Fiqih malah dijadikan ajang untuk geng-gengan. Entah siapa pelopornya, padahal pendiri ketiga ORMAS ini mereka tadinya satu perjuangan kok.

Kisah Singkat Para Pendiri ORMAS Islam

Pernah dengar nama Hasyim Asyari dan Ahmad Dahlan? Keterlaluan jika anda mengaku Nahdatul Ulama atau Muhammadiyah tapi tidak tahu mereka 😀

Mereka berdua adalah tokoh pendiri NU dan Muhammadiyah, dan mereka pernah berguru kepada Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi, seorang guru atau imam besar di Masjidil Haram mekah. Bayangkan mereka itu pernah berguru kepada guru yang sama, tempat yang sama, dan juga waktu yang sama.

Tapi apa yang terjadi? Setelah mereka berdua tidak ada, penerusnya dari kedua ORMAS ini malah menjadi bentrok karena semakin sini semakin berbeda penafsiran. Ada suatu Ibadah yang menurut NU boleh, dan ada juga suatu Ibadah yang menurut Muhammadiyah tidak boleh. Oke sekali lagi jika kebolehan dan ketidak bolehan itu masih ada dalam ruang Lingkup Qur’an dan Sunnah tidaklah usah dipermasalahkan atau diperdebatkan.

Kecuali jika memang benar-benar ada dalam luar Qur’an dan Sunnah silahkan diperdebatkan!!! Dengan syarat untuk menemukan suatu mufakat oke, jangan malah debat Kusir kagak jelas hehe. (Silahkan buka buku 7 Percepatan Rezeki karya Ippho Santosa, buka biografi Hasyim Asyari, buka biografi Ahmad Dahlan, dan buka biografi Ahmad Khatib bin Abdul Latif al-Minangkabawi)
“Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa: 59)

Asal Mula Munculnya PERSIS (Persatuan Islam)

Dikarenakan semakin sini Nahdatul Ulama dan juga Muhammadiyah sering terjadi bentrok, nah ada sebagian masyarakat yang masih rukun itu membuat suatu perjanjian untuk keluar dari NU dan Muhammadiyah, kenapa harus keluar? Karena pada masa itu pemimpin NU dan Muhammadiyah bukanlah orang yang mereka anggap Amanah lagi. Memprovokasi anggota NU dan Muhammadiyah itu musti kagak akur-akur, dan juga semakin banyak fatwa yang mereka anggap diluar Sunnah dan Qur’an.

Makanya mereka memisahkan diri dari kedua ORMAS tersebut lalu mereka membuatlah ORMAS lagi dengan nama PERSIS (Persatuan Islam) dengan Visi dan Misi ingin bisa mengembalikan Ahlul Sunnah wal Jama’ah kembali kepada jalan yang Benar. Namun apa yang terjadi? Ketika para anggota terutama anggota baru menjadi fanatik ORMAS malah saling kafirkan tidak jelas lah, saling Bid’ahkan tidak jelaslah.

Padahal di Surah An-Nahl ayat 125 kita dilarang untuk mengejek tapi haruslah mengajak kepada Sunnah dan Qur’an.
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (An-Nahl: 125)
Note: silahkan tabayun lagi sesuai Qur’an surah Al-Hujurat ayat 6, karena saya pun hanya baru dapatkan dari seorang tokoh PERSIS setempat.

Saran Saya Kepada Yang Punya ORMAS

Jika memang kalian tergabung pada suatu ORMAS Islam, dan bertemu dengan anggota dari ORMAS lain, mohon akur-akur wae lah jangan malah dijadikan ajang seperti geng-gengan, tujuan dibuatnya ORMAS itu adalah untuk demi kemajuan Islam kan. Bukan kayak Geng motor jadi ajang paling jago.

Juka jangan asal sebut saja seseorang ada pada NU lah, seseorang ada pada Muhammadiyah lah, dan asal sebut seseorang ada pada PERSIS juga lah. Jangan hanya ada perbedaan Fiqih kita malah jadi ngegolong-golongin orang pada suatu ORMAS. Juga jangan malah sibuk mementingkan ORMASnya.

Kita selama ini lengah memperjuangkan suatu Khilafiyah ini. Dan kita terus sibuk memperjuangkan ORMASORMAS ini. Hanya beda Fiqih dipermasalahkan sedangkan Syi’ah Laknatullah yang jelas-jelas berbeda Aqidah malah dibiarkan :( Astagfirullah.

Bersatulah Ahlul Sunnah wal Jamaah. AllahuAkbar.

Seorang INTROVERT yang Menyukai Dunia Blogging Di akhir tahun 2015 samapi dengan sekarang, yang sedang Belajar  Mengenal Dunia Blogging dan Harapan Ingin Menjadi Seorang "Blogger Profesional & Blogger Preneur". (23/8 bangoji.net)

Silahkan Berikan Komentar Relevan Untuk Artikel Ini
¤ Tidak Nyepam
¤ Tidak Promosi
¤ Tidak Menyematkan Link Aktif

Akan dihapus Spam, Promosi dan Link Aktif

*Diperbolehkan Untuk Diskusi dan Sharing Dikolom Komentar
EmoticonEmoticon